Hubungan bahasa denga faktor sosial
Manusia adalah
mahkluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri melainkan selalu berinteraksi
dengan sesamanya. Untuk keperluan tersebut, manusia menggunakan bahasa sebagai
alat komunikasi sekaligus sebagai identitas kelompok. Hal tersebut dapat
dibuktikan dengan terbentuknya berbagai bahasa di dunia yang memiliki ciri-ciri
yang unik yang menyebabkannya berbeda dengan bahasa lainnya.
Hubungan antara bahasa dengan konteks sosial tersebut
dipelajari dalam bidang Sosiolinguistik, sebagaimana yang dikemukakan oleh
Trudgill bahwa “Sosiolinguistik adalah bagian linguistik yang berkaitan dengan
bahasa, fenomena bahasa dan budaya. Bidang ini juga mengkaji fenomena
masyarakat dan berkaitan dengan bidang sains sosial seperti Antropologi atau
sistem kerabat (Antropologi) bisa juga melibatkan geografi dan sosiologi serta
psychologi sosial”.
Pengaruh
bahasa dalam Ragam kelas Sosial
Perkembangan bahasa yang searah dengan perkembangan
kehidupan manusia di abad modern menunjukkan fenomena yang berubah-ubah antara
lain dengan penggunaan bahasa sebagai alat pergaulan tertentu yang dikenal
dengan variasi bahasa.
2.3 Menjelaskan hubungan bahasa dengan
jenis kelamin.
Di dalam sosiolinguistik, bahasa dan
jenis kelamin memiliki hubungan yang sangat erat. Secara khusus, pertanyaan yang
telah menjamur sebagai bahan diskusi adalah, “mengapa cara berbicara wanita
berbeda dengan laki-laki?” Dalam kata lain, kita tertuju pada beberapa factor
yang menyebabkan wanita menggunakan bahasa standar lebih sering dibanding pria.
Di dalam menjawab pertanyaan tersebut, kita harus menentukan bahasa sebagai
bagian social, perbuatan yang berisi nilai, yang mencerminkan keruwetan
jaringan social, politik, budaya, dan hubungan usia dalam sebuah masyarakat.
2.4 Menjelaskan hubungan bahasa dengan
usia.
Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan bahasa tidak
semata-mata tidak didasarkan atas prinsip well-formed dalam sintaksis,
melainkan atas dasar kepentingan agar komunikasi tetap dapat berjalan. Lebih
tepatnya, dengan mengikuti kecenderungan dalam etnometologi, bahasa digunakan
oleh masyarakat tutur sebagai cara para peserta interaksi saling memahami apa
yang mereka ujarkan. Atas dasar ini, pertama, dapat di pahami dan memang sering
kita temukan, bahwa komunikasi tetap dapat berjalan meskipun menggunakan bahasa
yang tidak apik secara sintaksis; dan kedua, demi kebutuhan para anggota
masyarakat tutur untuk mengorganisasi dan memahami kegiatan mereka, selain tata
bahasa, makna juga merupakan hal yang tidak dapat diabaikan dalam analisis
bahasa. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa perbedaan utama antara sintaksis
dan pragmatik, sekaligus menyatakan pentingnya study pragmatik dalam lingustik,
terletak pada makna ujaran dan pada pengguna bahasa. Salah satunya adalah
bahasa berpengaruh pada tingkat usia. Yaitu bagaimana kita menggunakan bahasa
pada orang yang lebih tua, dengan sesama/sebaya, atau bahkan dengan anak-anak.
2.5 Menjelaskan hubungan bahasa dengan seni dan religi.
Bahasa, seni dan religi adalah tiga hal yang
tidak terpisahkan. Dalam bahasa ada kesenian dan religi. Sebaliknya dalam seni
dan agama terdapat bahasa. Ketiganya merupakan unsur kebudayaan yang universal.
Bahasa, seni dan religi merupakan 3 dari 7 unsur kebudayaan universal. Bahasa
menempati urutan pertama, religi urutan keenam dan kesenian urutan ke ketujuh.
Menurut Robert Sibarani (2002), bahasa ditempatkan urutan pertama karena
manusia sebagai makhluk biologis harus berinteraksi dan berkomunikasi dalam
kelompok sosial.
Untuk mengadakan interaksi dan komunikasi,
manusia memerlukan bahasa. Bahasa merupakan kebudayaan yang pertama dimiliki
setiap manusia dan bahasa itu dapat berkembang karena akal atau sistem
pengetahuan manusia. Dalam proses kehidupannya, manusia kemudian menyadari
dirinya sebagai makhluk yang lemah dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya,
maka lahirlah keyakinan didalam diri manusia bahwa ada kekuatan lain yang maha
dahsyat di luar dirinya. Timbul dan berkembanglah religi. Untuk mengiringi
kepercayaan atau sistem religi itu supaya lebih bersemangat dan lebih semarak maka
diciptakanlah seni. Berdasarkan uraian di atas, hubungan bahasa, seni dan
agama/religi/kepercayaan adalah kesenian menyempurnakan dan menyemarakkan
sistem religi dengan menggunakan media bahasa.
2.6 Menjelaskan hubungan bahasa dengan
budaya/geografi
Ada berbagai toeri mengenai hubungan bahasa dan
kebudayaan. Ada yang mengatakan bahasa itu merupakanbagian dari kebudayaan,
tetapi ada pula yang mengatakan bahwa bahasa dan kebudayaan merupakan dua hal
yang berbeda, namun mempunyai hubungan yang sangat erat, sehingga tidak dapat
dipisahkan. Ada yang mengatakan bahwa bahasa sangat dipengaruhi oleh
kebudayaan,sehingga segala hal yang ada dalam kebudayaan akan tercermin di
dalam bahasa.begitu pula Sebaliknya, ada juga yang mengatakan bahwa bahasa
sangat dipengaruhi kebudayaan dan cara berpikir manusia atau masyarakat
penuturnya.
Menurut Koentjaraningrat sebagaimana
dikutip Abdul Chaer dan Leonie dalam bukunya Sosiolinguistik bahwa bahasa
bagian dari kebudayaan. Jadi, hubunganantara bahasa dan kebudayaanmerupakan hubungan
yang subordinatif, dimana bahasa berada dibawah lingkup kebudayaan.Namun
pendapat lain ada yang mengatakan bahwa bahasadan kebudayaan mempunyai hubungan
yang koordinatif, yakni hubungan yang sederajat, yang kedudukannya sama tinggi.
Masinambouw menyebutkan bahwabahasa dan kebudayaan merupakan dua sistem yang
melekat pada manusia.Kalau kebudayaan itu adalah sistem yang mengatur interaksi
manusia didalam masyarakat, maka kebahasaan adalah suatu sistem yang berfungsi
sebagai saranaberlangsungnya interaksi itu. Dengan demikian hubungan bahasa dan
kebudayaan seperti anak kembar siam,dua buah fenomena sangat erat
sekalibagaikan dua sisi mata uang, sisi yang satu sebagai sistem kebahasaan dan
sisi yang lain sebagai sistem kebudayaan. Komponen-komponen lingkungan hidup
tersebut terdiri dari dua jenis, yaitu komponen biotik dan komponen
abiotik.Komponen biotik adalah makhluk hidup yang meliputi hewan, tumbuhan
danmanusia. Komponen abiotik adalah benda-benda tak hidup (mati) antara lain
air,tanah, batu, udara dan cahaya matahari.Semua komponen yang berada di
dalamlingkungan hidup merupakan satukesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan
membentuk sistem kehidupan yangdisebut ekosistem.Antara komunitas dan
lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan
ekologi yangdisebut ekosistem.
2.7 Menjelaskan hubungan bahasa dengan
pranata sosial.
Kehidupan bermasyarakat selalu
menimbulkan hubungan antarmanusia dalam suatu lingkungan kehidupan tertentu.
Sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan manusia lain untuk berinteraksi dan
saling memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak dapat dipenuhinya sendiri.
Pranata sosial berasal dari bahasa asing social
institutions, itulah sebabnya ada beberapa ahli sosiologi yang mengartikannya
sebagai lembaga kemasyarakatan. Menurut Horton dan Hunt (1987),
yang dimaksud dengan pranata sosial adalah suatu sistem norma untuk mencapai
suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dianggap penting. Dengan kata
lain, pranata sosial adalah sistem hubungan sosial yang terorganisir yang yang
mengejawantahkan nilai-nilai serta prosedur umum yang mengatur dan memenuhi
kegiatan pokok warga masyarakat.
Tiga kata kunci
di dalam pembahasan mengenai pranata sosial adalah:
1. Nilai dan Norma;
2. Pola perilaku yang dibakukan atau
yang disebut prosedur umum, dan
3. Sistem hubungan, yakni jaringan
peran serta status yang menjadi wahana untuk melaksanakan perilaku sesuai
dengan prosedur umum yang berlaku.
Menurut Koenjaraningrat (1978)
yang dimaksud dengan pranata-pranata sosial adalah sistem-sistem yang menjadi
wahana yang memungkinkan warga masyarakatnya untuk berinteraksi menurut
pola-pola resmi atau suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada
aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam
kehidupan mereka.
Pranata sosial adalah sesuatu yang
bersifat konsepsional,artinya bahwa eksistensinya hanya dapat ditangkap dan
dipahami melalui sarana pikir, dan hanya dapat dibayangkan dalam imajinasi
sebagai suatu konsep atau konstruksi pikir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar